Cegah Penyebaran Corona Dengan Mengantisipasi Gelombang Pemudik - Kota Gandrung

Friday, April 10, 2020

Cegah Penyebaran Corona Dengan Mengantisipasi Gelombang Pemudik

pencegahan-penyebaran-virus-covid-19


Pemkab Banyuwangi terus menyusun langkah untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Karena bulan puasa tinggal dua belas hari lagi, namun sudah mulai ada pemudik yang telah tiba di Banyuwangi.

Hal ini perlu diwaspadai mengingat 3 pasien yang positif covid-19 di Banyuwangi bermula dari melakukan perjalanan dari luar kota.

Untuk mengantisipasi gelombang pemudik tersebut, maka Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi terus menyusun langkah mengantisipasi kedatangan para pemudik di daerahnya.

Langkah Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19 / Corona

Jajaran Forpimda Banyuwangi terus melakukan koordinasi untuk mengintensifkan posko pemantauan di sejumlah titik masuk Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Forpimda di Posko Gugus Tugas, Kapolresta, Dandim, para Camat melalui rapat virtual.

Dalam rapat tersebut, Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto, mengatakan, Banyuwangi harus mengantisipasi kedatangan pemudik seiring dengan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta.

Beliau juga mengatakan bahwa sejumlah daerah dilaporkan telah kedatangan gelombang pemudik. Menurutnya akan terjadi juga di Banyuwangi. Semua anggota gugus tugas harus lebih fokus lagi pada upaya pencegahan penyebaran.

Danlanal Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal menambahkan, Gugus Tugas akan meningkatkan pemantauan para pendatang di sejumlah cek poin, terutama pemantauan kesehatan. Pemudik perlu di-screening kesehatannya untuk meningkatkan pemantauan kesehatan.

Ketua DPRD I Made Cahyana Negara menambahkan "Pendataan akan menjadi dasar bagi tim untuk memantau kesehatan para pemudik. Petugas di cek poin wajib dilengkapi dengan tenaga medis dan alat-alat penunjang, seperti thermal gun, dsb".

Sementara itu, Kapolresta Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin menegaskan agar seluruh anggota Gugus Tugas memaksimalkan pemantauan serta pendataan. Tidak sekedar para pendatang, namun seluruh pasien yang ODP dan PDP yang melakukan karantina mandiri.

Pihaknya meminta masyarakat yang datang untuk mengoptimalkan ruang isolasi mandiri berbasis desa yang telah didirikan di setiap desa yang ada di Banyuwangi. Mereka harus mengikuti protokol yang telah sama-sama kita sepakati.

Bupati Anas sendiri menambahkan bahwa luasnya Banyuwangi menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh pihak untuk melakukan pemantauan. Namun dengan gotong royong dari seluruh pihak hingga aparat desa, maka upaya pencegahan akan bisa optimal.

Anas mengatakan bahwa memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 itu kuncinya ada pada kesadaran masyarakat untuk mau disiplin dan membatasi mobilitas. Masyarakat juga harus bersedia melakukan isolasi mandiri minimal selama 14 hari di rumah masing-masing.

 ”Bagi pendatang, silakan tinggal di rumah isolasi berbasis desa jika kondisi rumah yang bersangkutan tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri. Rumah isolasi berbasis desa sudah ada total 212 rumah dengan hampir 500 kamar, yang kira-kira sekitar 1.000 bed dengan jarak yang diatur. Kebutuhan makannya dipenuhi teman-teman desa. Petugas Puskesmas juga berkoordinasi dengan kepala desa untuk memantau kesehatan,” ujarnya.

Apa Yang Harus Pemudik Saat Tiba Di Banyuwangi?

Nah, bagi dulur yang baru tiba di luar kota agar mengisolasi diri di rumah. Tidak keluar rumah selama 14 hari untuk memutus rantai penyebaran virus. Karena meskipun sehat, bisa saja sedang membawa virus tersebut.

Hal ini juga perlu disampaikan kepada saudara atau tetangga yang baru saja tiba di rumah. Agar diam di rumah dahulu. Jika di rumah tidak memungkinkan, bisa menggunakan fasilitas rumah singgah yang disediakan Pemkab di setiap desa.

Dan yang melaporkan kedatangannya adalah anggota keluarganya. Yang bersangkutan tetap diam di rumah.
Jika ada gejala, segera melapor ke puskesmas setempat agar cepat ditangani. Sekali lagi yang melapor adalah anggota keluarganya agar jika benar membawa virus tidak akan sampai menyebar.
Mari bergotong-royong mencegah penyebaran virus Covid-19!


Sumber : banyuwangikab.go.id

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda