Satu PDP Meninggal Di Genteng Belum Dinyatakan Positif Corona - Kota Gandrung

Thursday, April 9, 2020

Satu PDP Meninggal Di Genteng Belum Dinyatakan Positif Corona

rumah-sakit-umum-daerah-genteng-banyuwangi

Hari Kamis (9/04/2020) kemaren banyak dulur-dulur resah karena ada satu Pasien Dalam Pengawasan di Genteng meninggal dunia. Sebenarnya tidak perlu panik dulu, dulur!

Cari tahu kebenarannya agar tidak menyebabkan keresahan di sana-sini. Faktanya, pasien sebelumnya telah mempunyai riwayat sering keluar masuk rumah sakit. Dan meninggalnya pun belum dinyatakan positif corona.

Simak hasil wawacara dengan pihak medis RSUD Genteng dan Kepala Desa Kembiritan yang diambil dari kabarrakyat.id.

Di Pemakaman umum Dusun Krajan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi telah dilaksanakan pemakaman salah satu Pasien yang berstatus PDP berinisial F usia 56 tahun, Kamis (9/4).

Penjelasan dari Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Genteng

Pasien tersebut dirawat di RSUD Genteng sejak tanggal 21 Maret 2020. Yang sebelumnya telah melakukan perjalanan Jember-Lumajang, riwayat demam, batuk, pilek, menggigil, thorax pneumonia, RDT reaktif dan  meninggal dunia pada hari Kamis, tanggal 9 April 2020 pukul 04.30 WIB di RSUD Genteng.

Menurut pihak RSUD Genteng yaitu dr. Sugiyo, mengatakan bahwa F meninggal sekitar pukul 4.30 WIB, pagi. Ketika pasien masuk RSUD pada tanggal 1  April kemaren pagi, sampai sekarang masih diruang isolasi dengan kondisi menurun dan sesak.

Dr. Sugiyo menjelaskan bahwa pasien ini sebelumnya sudah mengalami tanda-tanda penyakit riwayat yang lain. Seperti diabet atau kencing manis. Sebelum masa pandemi si pasien ini sudah sering keluar masuk RSUD Genteng untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis dalam.

Pemerikasaan Lab Kepada Pasien

Beberapa hari yang lalu pasien sudah melakukan pemeriksaan ronsen dan lab. Untuk ronsen penimono positif yaitu tanda penyakit sedang. Untuk bisa memastikan dari Tim Satgas Banyuwangi dan Dinas Kesehatan rumah sakit harus melaksanakan sweb.

“Untuk sweb sudah lima hari lalu. Sudah dikirim ke Surabaya. Dan hasilnya untuk saat ini masih belum muncul karena masih butuh waktu,” kata dr. Sugiyo.

Kalau meninggalnya itu karena diabetes masih menimbulkan tanda tanya. Sehingga masih belum bisa memastikan yang jelas si pasien ini ada tanda-tanda batuk dan pilek, disertai demam dengan kondisi lemah.

Serta sistem kekebalan tubuh si pasien ini menurun. Sehingga tidak ada terjangkit sedikit virus yang bisa memperburuk kondisi si pasien dan dari pihak RS belum bisa memastikan confirm covid 19.

Himbauan Untuk Mencegah Penyebaran Covid-19

Dr. Sugiyo menghimbau kepada masyarakat, bahwa pada masa pandemi covid 19 ini, kita perlu mematuhi aturan pemerintah dan dinas kesehatan.

“Untuk masyarakat jangan keluar rumah bila tidak ada perlu dan masyarakat harus sering cuci tangan setiap hari serta jaga kesehatan dan banyak minum vitamin,” tambahnya.

Hal yang sama dikatakan oleh Kepala Desa Kembiritan Sukamto. Berawal memang ada penyakit liver paru-paru dan diabetes. Tetapi sebelumnya F sudah sempat bepergian ke Lumajang dan Jember kemudian pulang.
Setelah itu sakit dan dibawa ke RSUD Genteng untuk memeriksakan diri. Dari hasil rujukan RSUD Genteng belum terindikasi positif atau negatif kena Firus Corona atau Covid 19.

Hanya saja warga harus antisipasi agar tidak terjadi atau terkana dampak virus Corona.

Himbauan kepada warga masyarakat, khususnya warga Desa Kembiritan sedapat mungkin untuk menjaga kebersihan. Jaga lingkungan kemudian hindari pertemuan yang banyak orang. Dan jangan keluar rumah bila tidak ada keperluan.

“Hingga pada hari ini masyarakat khawatir dengan adanya virus Corona (Covid 19) mudah-mudah di Desa Kembiritan ini, tidak terjadi hal- hal yang tidak kita inginkan,” jelasnya.

Mari Gotong-royong Cegah Covid-19

Dari kejadian ini, sebaiknya kita tidak mudah panik tapi juga perlu waspada. Selalu disiplin dalam melakukan protokol pencegahan penyebaran virus Covid-19 / Corona.

Perlu diketahui bahwa pasien  yang positif pun bisa masih disembuhkan. Di Banyuwangi sendiri terdapat 1 pasien yang positif dan sekarang sudah dinyatakan sembuh.

Oleh sebab itu jika ada tetangga kita yang ditetapkan sebagai ODP (Orang Dalam Pemantauan) atau PDP (Pasien Dalam Pengawasan) sebaiknya kita juga harus mendukung mereka untuk isolasi mandiri.

Semoga pandemi ini segera berakhir ya, dulur!



Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda