Kota Gandrung

Headline

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Sunday, April 19, 2020

Warga Banyuwangi Gotong Royong Bagi-bagi Sembako


Akibat dari pandemi Virus Covid-19 memang membuat banyak warga termasuk di Banyuwangi ditimpa kesulitan ekonomi, tapi tidak kemudian menyebabkan orang saling mementingkan diri sendiri. Justru banyak aksi sosial untuk membantu warga yang kesusahan.

Salah satunya yang dilakukan warga RT 01/RW 02, Lingkungan Brawijaya Banyuwangi yang gotong royong membantu kebutuhan warganya yang terdampak dengan membagikan paket sembako.

Sebanyak 54 warga yang terimbas pandemi covid 19 ini mendapat bantuan paket sembako, masing-masing berupa 30 kilogram beras, minyak goreng 4 liter, mie, dan kecap. 

Ketua RT 01, Pudjo Wahyu Widodo mengatakan pembagian paket sembako itu lantaran mendengar warganya yang mengeluhkan pendapatan hariannya yang terdampak.

"Banyak warga yang setiap harinya mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, kini kesulitan menjalankan aktivitas karena imbas dari pandemi Corona. Seperti tukang ojek, pemilik warung makan, maupun tukang," ujar Pudjo.

Dari situ, lanjut Pudjo, pihaknya langsung tergerak untuk mengajak warga yang mampu mengulurkan tangan membantu tetangga sekitarnya yang terimbas. Pudjo hanya berpikir bagaimana warganya yang terdampak bisa segera mendapat bantuan untuk menyambung hidupnya.

"Saya paham sekali, tidak mungkin semua beban ini kami serahkan ke pundak pemerintah, tangan pemerintah pasti terbatas. Kami cuman berpikir, apa yang bisa kami lakukan untuk sekitar kita, mari kita lakukan sekarang. Toh, warga yang terdampak ini adalah tetangga kita sendiri yang sudah seharusnya kita bantu," kata Pudjo.

Pudjo pun lalu door-to-door mengajak warga menyisihkan sebagian rezekinya, demi membantu warga yang tengah kesulitan akibat pandemi Covid-19. Setiap sore dan pagi selama beberapa hari, Pudjo dan sejumlah pengurus RT mengajak warga sambil bersepeda kayu.

"Alhamdulillah, banyak yang merespon baik. Mereka ada yang langsung menyumbang beras, minyak goreng, maupun donasi uang. Semua kami kumpulkan dalam waktu seminggu, dan langsung kami bagikan ke warga yang layak mendapatkan bantuan," kata Pudjo.

Bantuan yang terkumpul dari warga RT 01 tersebut tercatat beras sebanyak 300 kg, donasi uang senilai Rp 6,5 juta, dan sejumlah kebutuhan dapur lainnya.

Ditambahkan dia, setiap warga yang terimbas langsung diberi paket sembako yang diperkirakan bisa untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka selama tiga bulan ke depan. Dia telah mendata dengan detail berapa warga yang terdampak langsung, dan berapa warga yang masuk kategori pra sejahtera.

"Semua kami beri paket sembako, tapi jumlahnya berbeda menyesuaikan kategorinya. Kalau yang terdampak covid langsung kami beri lebih, karena kami yakin mereka pasti juga ada tanggungan yang harus dibayar. Makanya kami bantu sembakonya untuk meringankan beban mereka," kata Pudjo. 

Apa yang dilakukan Pudjo dan warganya ini mendapat respon positif dari warga kampung lain. Ada donatur yang siap menyumbang sejumlah bahan makanan untuk disalurkan Pudjo ke wargnya.

"Senang banget ternyata kepedulian tidak saja datang dari warga kami, namun dari kampung sebelah. Saya meminta donatur tersebut untuk mengirimkan bantuannya bulan depan saja, sambil melihat kondisi warga kami bulan-bulan ke depan. Siapa tahu nambah warga yang perlu dibantu. Para donatur juga menyatakan siap membantu kembali bila dibutuhkan donasinya," pungkas Pudjo.

Gerakan seperti ini patut dicontoh ya, dulur! Agar banyak saudara kita yang terbantu. Semoga wabah ini segera berakhir dan bisa melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan dengan tenang.




Sumber : banyuwangikab.go.id/

Tuesday, April 14, 2020

Dapat Insentif 3,5 Juta, Begini Cara Membuat Kartu Pra Kerja

cara-membuat-kartu-pra-kerja

Sudah punya Kartu Pra Kerja, dulur? Jika belum, segera daftarkan sekarang! Simak cara membuat kartu Pra Kerja berikut ini agar nanti bisa mendapatkan insentif 3,5 juta.

Pendaftarannya telah resmi dibuka sejak hari Sabtu (11/04/2020). Para peserta yang telah terdaftar nanti akan mendapatkan insentif yang akan diberikan sekali seumur hidup. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kerja dengan memberikan pembiayaan pelatihan dan insentif pasca pelatihan. Sehingga dapat meningkatkan ketrampilan untuk lebih siap terjun ke dunia kerja.

Bantuan senilai 3.550.000 ini akan diberikan melalui mitra platform digital dan mitra pembayaran resmi Kartu Pra Kerja. Dan dilakukan secara bertahap dengan rincian :

  • Biaya pelatihan senilai 1 juta (1 kali)
  • Insentif pasca pelatihan senilai 600 ribu (4 kali)
  • Insentif survey kebekerjaan senilai 50 ribu (3 kali)

Siapa Yang Boleh Mendaftar dan Apa Saja Syaratnya?

Siapapun boleh mendaftar. Tidak hanya bagi yang belum bekerja, yang sudah bekerja atau berwirausaha pun juga boleh mendaftar. Berikut 3 syarat yang harus dipenuhi :

  1. Warna Negara Indonesia
  2. Usia di atas 18 tahun
  3. Tidak sedang sekolah/kuliah
Jika syarat di atas sudah terpenuhi, selanjutnya persiapkan hal berikut ini agar lebih mudah saat melakukan proses pendaftaran:
  • Koneksi internet yang stabil
  • Email yang aktif digunakan
  • Nomor HP yang aktif digunakan
  • Kartu Identitas berupa KTP 
  • Ambil foto dulu yaitu KTP & swa foto sedang memegang KTP dengan hape
Setelah persiapan sudah komplit, ayo kita mulai mendaftar!

Cara Membuat Kartu Pra Kerja  

1. Buka browser dan kunjungi prakerja.go.id lalu Klik >> Daftar Sekarang


2. Isi dengan alamat email Anda yang masih digunakan (No. 1). Masukkan password baru untuk akun kartu Pra Kerja (No. 2) dan masukkan kembali password yang baru tadi (No. 3). Klik >> Daftar



3. Buka email Anda untuk proses verifikasi. 


4. Buka email Anda dan KLIK >> Verifikasi Email Sekarang



5. Jika berhasil, maka Anda akan dialihkan ke halaman prakerja.go.id. Selanjutnya Klik >> Silahkan Login


6. Masukkan nomor KTP dan tanggal lahir pada kolom kemudian Klik >> Lanjutkan


7. Jika verifikasi KTP berhasil, selanjutnya isi semua kolom data diri (No. 1-8) sesuai KTP. Unggah foto KTP dan swa foto sedang memegang KTP yang sudah disiapkan (No. 9-10). Klik (No. 11) jika alamat tinggal sekarang berbeda dengan alamat KTP.



8. Masukkan nomor hape yang masih aktif dan Klik >> Kirim. Kemudian tunggu hingga mendapatkan SMS verifikasi.


9. Masukkan 6 digit nomor verifikasi yang terkirim. Selanjutnya Klik >> Verifikasi




10. Setelah berhasil, jawab beberapa pernyataan singkat kemudian Klik >> Berikutnya hingga Selesai




11. Klik >> Mulai Tes Sekarang untuk mengikuti Tes Motivasi dan Kemampuan Dasar. Sebelumnya siapkan juga secarik kertas buram untuk membantu menjawab soal berhitung. 

Tidak perlu panik dan terburu-buru saat menjawab pertanyaan. Karena pada dasarnya pertanyaannya mudah dan waktu yang dibutuhan hanya sekitar 15 menit. 




12. Setelah menjawab semua pertanyaan, selanjutnya Klik >> Gabung untuk mengikuti tes pada Gelombang Pertama.


Setelah itu, tinggal menunggu hasil evaluasi.




Tahapan tes Kartu Pra Kerja akan dilakukan dalam beberapa gelombang dengan periode dan kuota tertentu. Oleh sebab itu jangan sampai ketinggalan informasi dengan sering membuka email yang sudah terdaftar.

Simak juga informasi lain tentang perkembangan Kartu Pra Kerja yang nanti akan diposting juga di website kotagandrung.com. 



Sumber : prakerja.go.id


Jika informasi ini bermanfaat, silahkan share agar teman atau sanak keluarga anda juga tahu.






Sunday, April 12, 2020

Bekerjasama Dengan TVRI, Kemdikbud Luncurkan Program 'Belajar Dari Rumah'

program-belajar-dari-rumah

Perlu diingat bagi dulur yang putra-putrinya saat ini belajarnya di rumah karena wabah Covid-19, bahwa mulai hari senin besok (13/04/2020) bisa belajar melalui siaran Televisi Republik Indonesia (TVRI). Tayangan ini merupakan program dari Kementrian Pendidikan dan  Kebudayaan.

Tak hanya untuk para siswa dan guru saja, program ini juga diperuntukkan kepada orang tua sebagai alternatif kegiatan belajar di rumah.

Dari pukul 08.00 WIB akan diisi dengan berbagai tayangan edukasi mulai jenjang PAUD hingga SMA/SMK. Serta program Pengasuhan dan Bimbingan Anak untuk para guru dan orang tua.

Dan pada hari Sabtu dan Minggu akan diisi dengan Tayangan Kebudayaan dan Film Indonesia Terbaik. Program ini akan berlangsung selama tiga bulan yakni April, Mei, dan Juli 2020.

Tujuan Tayangan Program Belajar Dari Rumah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyadari bahwa tidak semua daerah didukung oleh internet. Oleh karena itu selain berkerjasama dengan online learning milik swasta juga bekerjasama dengan TVRI agar dapat menjangkau semuanya.

Pak Mentri juga mengatakan bahwa di masa yang sangat sulit seperti ini ada berbagai macam cara untuk belajar di rumah. Salah satunya dengan memanfaatkan media televisi. Karena itulah akhirnya program Belajar dari Rumah ini diluncurkan.

Dengan program ini semoga dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Baik di daerah terdepan, terluar, maupun tertinggal yang akses internet dan ekonominya terbatas.

TVRI merupakan saluran yang bisa dinikmati semua kalangan. Baik masyarakat di kota maupun di desa. Sehingga dapat membantu pembelajaran dari rumah selama pandemi Covid-19.

Program ini merupakan jawaban atas komplain masyarakat di daerah yang tidak memiliki akses internet serta saran dari Komisi X DPR.

Materi Program Belajar Dari Rumah

Konten edukasi pada program Belajar dari Rumah ini nanti akan fokus pada literasi, numerasi, dan penumbuhan budi pekerti atau pendidikan karakter.

Di samping itu, juga akan dilakukan monitoring dan evaluasi bersama lembaga pemerintah yang independen untuk menilai sejauh mana manfaat program Belajar dari Rumah. Apakah benar-benar akan bermanfaat bagi masyarakat.

Pak Mentri juga mengatakan, dengan bergotong-rotong maka fasilitasi anak bangsa untuk mendapatkan akses pendidikan akan terpenuhi.

Karena itu Pak Mentri sangat terbuka untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak yang berada di Indonesia maupun mancanegara.  Dalam membuat konten edukatif, edutainment, atau platform teknologi.

Dalam konferensi video yang sama, Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid menjelaskan lebih detail mengenai program Belajar dari Rumah di TVRI.

Beliau juga mengatakan bahwa jadwal mulai hari Senin sampai Jumat akan digunakan untuk pembelajaran. Dengan total semua tayangan berdurasi tiga jam setiap hari.

Jadi masing-masing tingkatan mempunyai waktu setengah jam. Setengah jam untuk PAUD, setengah jam lagi untuk kelas 1 hingga kelas 3 SD, setengah jam untuk kelas 4 sampai kelas 6 SD, dan setengah jam masing-masing untuk SMP, SMA, dan parenting.

Materi program akan diambil dari berbagai sumber. Yaitu konten edukasi yang sudah ada, seperti dari TV Edukasi atau produksi konten unit kerja lain. Dan sumber materi dari luar Kemendikbud, yakni Jalan Sesama untuk jenjang PAUD.

Khusus pada hari Sabtu dan Minggu, program kebudayaan, seperti gelar wicara (talkshow), podcast, kesenian, dan perkembangan budaya dari seluruh Indonesia akan ditayangkan dengan durasi 3 jam.

Sedangkan di malam hari akan ditayangkan film Indonesia pilihan dari berbagai genre. Mulai dari film anak, drama, dan dokumenter. Kemendikbud juga akan menyiapkan 720 episode untuk penayangan program Belajar dari Rumah selama 90 hari di TVRI.

Jadi jangan sampai lupa ya, dulur! Mulai besok bimbing putra-putrinya untuk menyimak materi-materi yang akan ditayangkan di TVRI selama pandemi Covid-19.

Jadwal Program Tayangan Belajar Dari Rumah

Hari Senin - Jumat
08.00 - 08.30 WIB  |  PAUD
08.30 - 09.00 WIB  |  SD Kelas 1-3

10.00 - 10.30 WIB  |  SD Kelas 4-6
10.30 - 11.00 WIB  |  SMP

14.00 - 14.30 WIB  |  SMA/SMK
14.00 - 15.00 WIB  |  Pengasuhan & Pendidikan Anak

19.00 - 23.30 WIB  |  Film Indonesia Terbaik

Sabtu & Minggu
08.00 - 23.30 WIB  |  Kebudayaan & Film Indonesia Terbaik


Sumber : kemdikbud.go.id

Friday, April 10, 2020

Cegah Penyebaran Corona Dengan Mengantisipasi Gelombang Pemudik

pencegahan-penyebaran-virus-covid-19


Pemkab Banyuwangi terus menyusun langkah untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Karena bulan puasa tinggal dua belas hari lagi, namun sudah mulai ada pemudik yang telah tiba di Banyuwangi.

Hal ini perlu diwaspadai mengingat 3 pasien yang positif covid-19 di Banyuwangi bermula dari melakukan perjalanan dari luar kota.

Untuk mengantisipasi gelombang pemudik tersebut, maka Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi terus menyusun langkah mengantisipasi kedatangan para pemudik di daerahnya.

Langkah Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19 / Corona

Jajaran Forpimda Banyuwangi terus melakukan koordinasi untuk mengintensifkan posko pemantauan di sejumlah titik masuk Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Forpimda di Posko Gugus Tugas, Kapolresta, Dandim, para Camat melalui rapat virtual.

Dalam rapat tersebut, Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto, mengatakan, Banyuwangi harus mengantisipasi kedatangan pemudik seiring dengan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta.

Beliau juga mengatakan bahwa sejumlah daerah dilaporkan telah kedatangan gelombang pemudik. Menurutnya akan terjadi juga di Banyuwangi. Semua anggota gugus tugas harus lebih fokus lagi pada upaya pencegahan penyebaran.

Danlanal Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal menambahkan, Gugus Tugas akan meningkatkan pemantauan para pendatang di sejumlah cek poin, terutama pemantauan kesehatan. Pemudik perlu di-screening kesehatannya untuk meningkatkan pemantauan kesehatan.

Ketua DPRD I Made Cahyana Negara menambahkan "Pendataan akan menjadi dasar bagi tim untuk memantau kesehatan para pemudik. Petugas di cek poin wajib dilengkapi dengan tenaga medis dan alat-alat penunjang, seperti thermal gun, dsb".

Sementara itu, Kapolresta Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin menegaskan agar seluruh anggota Gugus Tugas memaksimalkan pemantauan serta pendataan. Tidak sekedar para pendatang, namun seluruh pasien yang ODP dan PDP yang melakukan karantina mandiri.

Pihaknya meminta masyarakat yang datang untuk mengoptimalkan ruang isolasi mandiri berbasis desa yang telah didirikan di setiap desa yang ada di Banyuwangi. Mereka harus mengikuti protokol yang telah sama-sama kita sepakati.

Bupati Anas sendiri menambahkan bahwa luasnya Banyuwangi menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh pihak untuk melakukan pemantauan. Namun dengan gotong royong dari seluruh pihak hingga aparat desa, maka upaya pencegahan akan bisa optimal.

Anas mengatakan bahwa memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 itu kuncinya ada pada kesadaran masyarakat untuk mau disiplin dan membatasi mobilitas. Masyarakat juga harus bersedia melakukan isolasi mandiri minimal selama 14 hari di rumah masing-masing.

 ”Bagi pendatang, silakan tinggal di rumah isolasi berbasis desa jika kondisi rumah yang bersangkutan tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri. Rumah isolasi berbasis desa sudah ada total 212 rumah dengan hampir 500 kamar, yang kira-kira sekitar 1.000 bed dengan jarak yang diatur. Kebutuhan makannya dipenuhi teman-teman desa. Petugas Puskesmas juga berkoordinasi dengan kepala desa untuk memantau kesehatan,” ujarnya.

Apa Yang Harus Pemudik Saat Tiba Di Banyuwangi?

Nah, bagi dulur yang baru tiba di luar kota agar mengisolasi diri di rumah. Tidak keluar rumah selama 14 hari untuk memutus rantai penyebaran virus. Karena meskipun sehat, bisa saja sedang membawa virus tersebut.

Hal ini juga perlu disampaikan kepada saudara atau tetangga yang baru saja tiba di rumah. Agar diam di rumah dahulu. Jika di rumah tidak memungkinkan, bisa menggunakan fasilitas rumah singgah yang disediakan Pemkab di setiap desa.

Dan yang melaporkan kedatangannya adalah anggota keluarganya. Yang bersangkutan tetap diam di rumah.
Jika ada gejala, segera melapor ke puskesmas setempat agar cepat ditangani. Sekali lagi yang melapor adalah anggota keluarganya agar jika benar membawa virus tidak akan sampai menyebar.
Mari bergotong-royong mencegah penyebaran virus Covid-19!


Sumber : banyuwangikab.go.id

Thursday, April 9, 2020

Satu PDP Meninggal Di Genteng Belum Dinyatakan Positif Corona

rumah-sakit-umum-daerah-genteng-banyuwangi

Hari Kamis (9/04/2020) kemaren banyak dulur-dulur resah karena ada satu Pasien Dalam Pengawasan di Genteng meninggal dunia. Sebenarnya tidak perlu panik dulu, dulur!

Cari tahu kebenarannya agar tidak menyebabkan keresahan di sana-sini. Faktanya, pasien sebelumnya telah mempunyai riwayat sering keluar masuk rumah sakit. Dan meninggalnya pun belum dinyatakan positif corona.

Simak hasil wawacara dengan pihak medis RSUD Genteng dan Kepala Desa Kembiritan yang diambil dari kabarrakyat.id.

Di Pemakaman umum Dusun Krajan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi telah dilaksanakan pemakaman salah satu Pasien yang berstatus PDP berinisial F usia 56 tahun, Kamis (9/4).

Penjelasan dari Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Genteng

Pasien tersebut dirawat di RSUD Genteng sejak tanggal 21 Maret 2020. Yang sebelumnya telah melakukan perjalanan Jember-Lumajang, riwayat demam, batuk, pilek, menggigil, thorax pneumonia, RDT reaktif dan  meninggal dunia pada hari Kamis, tanggal 9 April 2020 pukul 04.30 WIB di RSUD Genteng.

Menurut pihak RSUD Genteng yaitu dr. Sugiyo, mengatakan bahwa F meninggal sekitar pukul 4.30 WIB, pagi. Ketika pasien masuk RSUD pada tanggal 1  April kemaren pagi, sampai sekarang masih diruang isolasi dengan kondisi menurun dan sesak.

Dr. Sugiyo menjelaskan bahwa pasien ini sebelumnya sudah mengalami tanda-tanda penyakit riwayat yang lain. Seperti diabet atau kencing manis. Sebelum masa pandemi si pasien ini sudah sering keluar masuk RSUD Genteng untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis dalam.

Pemerikasaan Lab Kepada Pasien

Beberapa hari yang lalu pasien sudah melakukan pemeriksaan ronsen dan lab. Untuk ronsen penimono positif yaitu tanda penyakit sedang. Untuk bisa memastikan dari Tim Satgas Banyuwangi dan Dinas Kesehatan rumah sakit harus melaksanakan sweb.

“Untuk sweb sudah lima hari lalu. Sudah dikirim ke Surabaya. Dan hasilnya untuk saat ini masih belum muncul karena masih butuh waktu,” kata dr. Sugiyo.

Kalau meninggalnya itu karena diabetes masih menimbulkan tanda tanya. Sehingga masih belum bisa memastikan yang jelas si pasien ini ada tanda-tanda batuk dan pilek, disertai demam dengan kondisi lemah.

Serta sistem kekebalan tubuh si pasien ini menurun. Sehingga tidak ada terjangkit sedikit virus yang bisa memperburuk kondisi si pasien dan dari pihak RS belum bisa memastikan confirm covid 19.

Himbauan Untuk Mencegah Penyebaran Covid-19

Dr. Sugiyo menghimbau kepada masyarakat, bahwa pada masa pandemi covid 19 ini, kita perlu mematuhi aturan pemerintah dan dinas kesehatan.

“Untuk masyarakat jangan keluar rumah bila tidak ada perlu dan masyarakat harus sering cuci tangan setiap hari serta jaga kesehatan dan banyak minum vitamin,” tambahnya.

Hal yang sama dikatakan oleh Kepala Desa Kembiritan Sukamto. Berawal memang ada penyakit liver paru-paru dan diabetes. Tetapi sebelumnya F sudah sempat bepergian ke Lumajang dan Jember kemudian pulang.
Setelah itu sakit dan dibawa ke RSUD Genteng untuk memeriksakan diri. Dari hasil rujukan RSUD Genteng belum terindikasi positif atau negatif kena Firus Corona atau Covid 19.

Hanya saja warga harus antisipasi agar tidak terjadi atau terkana dampak virus Corona.

Himbauan kepada warga masyarakat, khususnya warga Desa Kembiritan sedapat mungkin untuk menjaga kebersihan. Jaga lingkungan kemudian hindari pertemuan yang banyak orang. Dan jangan keluar rumah bila tidak ada keperluan.

“Hingga pada hari ini masyarakat khawatir dengan adanya virus Corona (Covid 19) mudah-mudah di Desa Kembiritan ini, tidak terjadi hal- hal yang tidak kita inginkan,” jelasnya.

Mari Gotong-royong Cegah Covid-19

Dari kejadian ini, sebaiknya kita tidak mudah panik tapi juga perlu waspada. Selalu disiplin dalam melakukan protokol pencegahan penyebaran virus Covid-19 / Corona.

Perlu diketahui bahwa pasien  yang positif pun bisa masih disembuhkan. Di Banyuwangi sendiri terdapat 1 pasien yang positif dan sekarang sudah dinyatakan sembuh.

Oleh sebab itu jika ada tetangga kita yang ditetapkan sebagai ODP (Orang Dalam Pemantauan) atau PDP (Pasien Dalam Pengawasan) sebaiknya kita juga harus mendukung mereka untuk isolasi mandiri.

Semoga pandemi ini segera berakhir ya, dulur!



Thursday, February 20, 2020

5 Makanan Khas Banyuwangi Yang Wajib Anda Coba

Berlibur ke tempat-tempat wisata alam di Banyuwangi memang mengasyikkan. Tapi sepertinya belum lengkap jika belum mencicipi makanan khas Banyuwangi yang enak dan unik.

Ada banyak jenis makanan khas yang bisa Anda coba selama berwisata di Banyuwangi. Apa saja? Berikut ini ada 5 makanan khas yang bisa Anda coba.

1. Rujak Soto
rujak-soto-banyuwangi
Rujak Soto via nininzandrea
Dilihat dari namanya orang pasti sudah banyak yang tahu dua jenis makanan tersebut. Namun bagaimana jika dua makanan tersebut dipadu menjadi satu.

Rujak sayur yang berisi rebusan kangkung, kacang panjang, kubis, tahu dan tempe yang dipotong-potong, dilengkapi dengan bumbu kacangnya. Kemudian disiram dengan kuah soto lengkap dengan irisan daging dan babat.

Dua cita rasa yang menjadi satu ini menciptakan cita rasa baru yang enak. Bagaimana rasanya? Silahkan coba sendiri!

2. Sego Tempong
sego-tempong-banyuwangi
Sego Tempong via hobimakan
Makanan dari daerah Jawa Timur memang telah dikenal dengan cita rasa khas pedasnya. Maka tak heran jika kuliner satu ini juga menjadi incaran para pecinta makanan pedas.

Sesuai dengan namanya "Tempong" yang berarti "tampar". Saat Anda menikmati makanan ini, berasa seperti orang yang ditampar karena pedasnya.

Asal mulanya dulu Sego Tempong adalah bekal untuk para petani yang berkerja di sawah. Namun lama kelamaan makanan khas ini banyak dijual di warung-warung.

Baca Juga:  Kunjungi Sentra Kuliner Baru Masakan Khas Tionghoa di Pecinan Street Food

3. Pecel Pitik
pecel-pitik-banyuwangi
Pecel Pitik via banyuwangikab
Makanan ini berupa ayam kampung yang disuwir-suwir kemudian diurap dengan bumbu dan parutan kelapa. Dan disajikan dengan daun pisang yang dapat menambah selera makan.

Biasanya pecel pitik hanya disajikan hanya untuk acara tertentu seperti acara adat atau selamatan desa. Karena itulah 1 porsi makanan ini selalu berisi 1 potong ayam yang cukup untuk sekitar 4-6 orang.

4. Sego Cawuk
sego-cawuk-banyuwangi
Sego Cawuk via isunbanyuwangi
Jika bosan dengan sarapan di tempat Anda menginap, maka tidak ada salahnya Anda keluar untuk mencoba makanan ini sambil menikmati hiruk pikuk Kota Banyuwangi di pagi hari.

Ciri khas kuliner ini terletak pada kuahnya yaitu kuah pindang dan kuah trancam (kelapa parut). Perpaduan rasa gurih dan manis ini pasti akan menggugah selera.

5. Pecel Rawon
pecel-rawon-banyuwangi
Pecel Rawon via banyuwangikab
Perpaduan antara dua makanan yang menghasilkan cita rasa yang baru. Namun bukan asal dicampur, tapi ada urutan penyajian dan resep tersendiri agar rasanya dapat menyatu.

Seperti menyantap nasi pecel dan nasi rawon dalam satu piring. Masih bida ditambah dengan tambahan lauk seperti empal sapi, paru goreng, udang goreng, dll.

Itulah makanan khas Banyuwangi yang bisa Anda coba saat berlibur ke daerah yang juga dikenal dengan sebutan The Sunrise of Java. Tapi bukan berarti hanya ada lima itu saja. Kuliner khas yang lain akan kita bahas di artikel selanjutnya.


Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi