Kota Gandrung

Berita

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Thursday, February 20, 2020

5 Makanan Khas Banyuwangi Yang Wajib Anda Coba

Berlibur ke tempat-tempat wisata alam di Banyuwangi memang mengasyikkan. Tapi sepertinya belum lengkap jika belum mencicipi makanan khas Banyuwangi yang enak dan unik.

Ada banyak jenis makanan khas yang bisa Anda coba selama berwisata di Banyuwangi. Apa saja? Berikut ini ada 5 makanan khas yang bisa Anda coba.

1. Rujak Soto
rujak-soto-banyuwangi
Rujak Soto via nininzandrea
Dilihat dari namanya orang pasti sudah banyak yang tahu dua jenis makanan tersebut. Namun bagaimana jika dua makanan tersebut dipadu menjadi satu.

Rujak sayur yang berisi rebusan kangkung, kacang panjang, kubis, tahu dan tempe yang dipotong-potong, dilengkapi dengan bumbu kacangnya. Kemudian disiram dengan kuah soto lengkap dengan irisan daging dan babat.

Dua cita rasa yang menjadi satu ini menciptakan cita rasa baru yang enak. Bagaimana rasanya? Silahkan coba sendiri!

2. Sego Tempong
sego-tempong-banyuwangi
Sego Tempong via hobimakan
Makanan dari daerah Jawa Timur memang telah dikenal dengan cita rasa khas pedasnya. Maka tak heran jika kuliner satu ini juga menjadi incaran para pecinta makanan pedas.

Sesuai dengan namanya "Tempong" yang berarti "tampar". Saat Anda menikmati makanan ini, berasa seperti orang yang ditampar karena pedasnya.

Asal mulanya dulu Sego Tempong adalah bekal untuk para petani yang berkerja di sawah. Namun lama kelamaan makanan khas ini banyak dijual di warung-warung.

Baca Juga:  Kunjungi Sentra Kuliner Baru Masakan Khas Tionghoa di Pecinan Street Food

3. Pecel Pitik
pecel-pitik-banyuwangi
Pecel Pitik via banyuwangikab
Makanan ini berupa ayam kampung yang disuwir-suwir kemudian diurap dengan bumbu dan parutan kelapa. Dan disajikan dengan daun pisang yang dapat menambah selera makan.

Biasanya pecel pitik hanya disajikan hanya untuk acara tertentu seperti acara adat atau selamatan desa. Karena itulah 1 porsi makanan ini selalu berisi 1 potong ayam yang cukup untuk sekitar 4-6 orang.

4. Sego Cawuk
sego-cawuk-banyuwangi
Sego Cawuk via isunbanyuwangi
Jika bosan dengan sarapan di tempat Anda menginap, maka tidak ada salahnya Anda keluar untuk mencoba makanan ini sambil menikmati hiruk pikuk Kota Banyuwangi di pagi hari.

Ciri khas kuliner ini terletak pada kuahnya yaitu kuah pindang dan kuah trancam (kelapa parut). Perpaduan rasa gurih dan manis ini pasti akan menggugah selera.

5. Pecel Rawon
pecel-rawon-banyuwangi
Pecel Rawon via banyuwangikab
Perpaduan antara dua makanan yang menghasilkan cita rasa yang baru. Namun bukan asal dicampur, tapi ada urutan penyajian dan resep tersendiri agar rasanya dapat menyatu.

Seperti menyantap nasi pecel dan nasi rawon dalam satu piring. Masih bida ditambah dengan tambahan lauk seperti empal sapi, paru goreng, udang goreng, dll.

Itulah makanan khas Banyuwangi yang bisa Anda coba saat berlibur ke daerah yang juga dikenal dengan sebutan The Sunrise of Java. Tapi bukan berarti hanya ada lima itu saja. Kuliner khas yang lain akan kita bahas di artikel selanjutnya.


Saturday, February 1, 2020

Kunjungi Sentra Kuliner Baru Masakan Khas Tionghoa di Pecinan Street Food




Festival Imlek yang merupakan rangkaian Banyuwangi Festival akan berlangsung selama tiga hari di Kelenteng Hong Tong Bio. Dari tanggal 31 Januari, festival ini akan diramaikan dengan pertunjukan Wayang Potehi hingga Pecinan Street Food.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Aswar Anas mengatakan bahwa sejak empat tahun lalu, pemkab telah memasukkan festival ini dan menjadi agenda wajib setiap tahun. Hal ini menunjukkan bahwa budaya Tionghoa adalah bagian dari Banyuwangi. Banyak etnis, agama, dan budaya yang ada di Banyuwangi namun bisa hidup saling berdampingan.

Pada festival Imlek kali ini akan lebih semarak karena akan menampilkan budaya Tionghoa serta kesenian lokal. Salah satunya lagu-lagu daerah yang akan dikolaborasikan dengan musik khas Tionghoa.

Alexander Martin, koordinator Kelenteng Hong Tong Bio mengatakan bahwa Festival Imlek ini bakal dimeriahkan banyak atraksi yang memadukan budaya Tionghoa dengan budaya lokal Banyuwangi.

Pertunjukan pertama mempertontonkan Wayang Potehi yang merupakan perpaduan kesenian budaya Tionghoa dan Jawa.

Foto : Banyuwangikab
Event ini dimulai pada pukul 16.00 dan berakhir pada pukul 21.00 WIB. Dan pada hari pertama telah diresmikan sentra kuliner baru yaitu 'Pecinan Street Food'.

Sebuah tempat di sepanjang jalan ikan Gurame, Kelurahan Karangrejo yakni areal Kelenteng Hong Tong Bio dipoles dengan berbagai ornamen sehingga bernuansa khas Tionghoa.

Di kawasan tersebut akan menjajakan berbagai masakan khas Tionghoa seperti sate Tai Chan, Dimsum, bebek/ayam peking, lontong Cap Go Meh, dan yang lainnya. Dan berbagai jajanan mulai dari bakpao, kue keranjang, dan manisan Tiongkok.

Walaupun masakan yang dijajakan adalah kuliner khas Tionghoa, Alex mengatakan bahwa semua makanan dan minuman di sini halal. Jadi tidak perlu khawatir berwisata kuliner di Pecinan Street Food.

Alex menambahkan bahwa masyarakan Banyuwangi sangat beragam dan mayoritas adalah muslim. Oleh karena itu seluruh pedagang sepakat hanya menyediakan makanan halal. Sehingga siapa pun bisa mencicipi kuliner di sini tanpa khawatir.

Setelah acara ini berakhir, Pecinan Street Food akan digelar di sini rutin setiap hari Jumat malam. Jadi siapapun yang ingin kuliner khas Tionghoa bisa langsung datang ke sini.

Dalam penutupan Festival ini akan menampilkan atraksi barongsai, barong using, barong bali, Leang-leong, Tarian Lampion. Dan sebagai penyemarak acara, akan menampilkan Lalare Orchestra yang akan membawakan lagu daerah dan lagu Tionghoa dengan aransemen alat musik tradisional.

Foto : Banyuwangikab

Foto : Banyuwangikab



Sumber : banyuwangikab.go.id



Wednesday, January 15, 2020

Majestic Banyuwangi Festival 2020 Dengan 123 Events Spektakuler

jadwal-banyuwangi-festival-2020

Event Banyuwangi Festival telah berjalan dengan sukses dari tahun ke tahun. Dan di tahun 2020 ini pun Pemkab Banyuwangi ingin mengulang kesuksesan tersebut dengan menyiapkan agenda yang lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Bahkan untuk agenda festival tahun ini terdapat 30 event yang benar-benar baru.

Bertambahnya jumlah event yang digelar menunjukkan bahwa Pemkab Banyuwangi tidak berpuas diri atas prestasi yang telah diraih. Akan tetapi akan terus menggali potensi daerah yang ada demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama dalam bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

Tiga event yang pernah masuk dalam Calendar of Event Wonderfull Indonesia masih akan memeriahkan rangkaian festival tahun ini. Diantaranya Gandrung Sewu, Banyuwangi Ethno Carnival, dan International Tour De Banyuwangi Ijen yang selalu mengundang banyak wisatawan untuk datang ke Banyuwangi.

jadwal-banyuwangi-festival-2020
Jadwal Banyuwangi Festival 2020

30 Event Baru Yang Belum Pernah Ada Sebelumnya

Kuantitas event yang bertambah tidak berarti kualitasnya akan menurun. Karena Banyuwangi mempunyai begitu banyak potensi daerah dan sebagiannya baru sempat digarap pada tahun ini.

Tahun ini kita akan menyaksikan event yang yang belum pernah ada pada tahun-tahun sebelumnya. Contohnya Women Cycling Chalenge, Wongsorejo Corn Festival, Decoration Vehicle, Scout Lampion, dan banyak lagi.

Jika sebelumnya festival bertema kopi hanya diadakan di Desa Kemiren, tahun ini festival kopi juga akan ada di Malangsari. Sebuah daerah perkebunan di Banyuwangi bagian barat milik PT. Perkebunan Nusantara XII yang merupakan penghasil kopi terbaik. Salah satu produk andalannya adalah kopi lanang yang telah banyak diekspor ke Eropa.

Selain itu, sebagian event adalah inisiatif dari masyarakat yang ingin turut serta berpartisipasi mengembangkan daerahnya. Hal ini tentu akan membuat festival tahun ini lebih kreatif dan lebih variatif.

Masih ada lagi event baru yang bertaraf internasional yaitu World Surf League Championship Tour dan Banyuwangi International Geopark Walk. Dua event ini diharapkan dapat mengundang wisatawan mancanegara lebih banyak lagi untuk mengunjungi Banyuwangi.

Baca JugaThemepark Banyuwangi Akan Jadi Tempat Liburan Terbaru Tahun Ini

Mengangkat Tema Masakan Lokal Lebih Banyak

Belasan festival kuliner akan menghiasi rangkaian Banyuwangi Festival 2020. Seperti Oling River Food yang akan mengangkat tema olahan ikan sidat yang telah berhasil menembus pasar Jepang.

Juga ada Arabian Food Festival yang sebelumnya juga sudah diadakan setiap hari Kamis di lingkungan Kampung Arab, Kelurahan Lateng, Banyuwangi. Setiap sore tempat ini menjadi jujugan bagi para pecinta kuliner khas timur tengah.

Masih ada lagi Banyuwangi Culinary Festival, Muncar Food Festival, Alas Purwo Food Festival, Banyuwangi Food Festival, Festival Doyan Makan Ikan, Marina Food Festival, Osing Food Festival, dan Millenial Food Festival.

Tak ketinggalan juga festival kuliner yang dipadu dengan budaya, yaitu Tumpeng Sewu. Event yang tiap tahun digelar di Desa Kemiren ini memang tidak pernah sepi pengujung.

Jika sebelumnya belum pernah mengunjungi event ini, ada baiknya segera Anda rencanakan dari jauh hari. Agar tahu kenapa acara ini selalu disematkan dalam Banyuwangi Festival setiap tahun.

Sport Tourism Akan Menjadi Magnet Besar Bagi Turis Mancanegara 

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, sport tourism telah menjadi agenda wajib Banyuwangi Festival. Karena telah terbukti banyak mendongkrak destinasi-destinasi pariwisata yang ada di Banyuwangi.

Lihat saja pada event International Tour De Banyuwangi Ijen yang akan diselenggarakan pada tanggal 25-28 Oktoner 2020. Sebuah ajang balap sepeda yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara.

Garis start dan fisnish serta rute yang akan dilewati adalah tempat-tempat wisata. Secara otomatis media international akan meliput event tersebut dan secara tidak langsung akan menjadi media promosi bagi Pariwisata Banyuwangi.

Apalagi tahun ini Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah pada event World Surf League Championship Tour. Liga selancar tingkat dunia yang akan diadakan di pantai G-Land yang dikenal sebagai salah satu lokasi selancar terbaik di dunia.

Dan tentu masih banyak event-event lainnya yang tak kalah seru. Hanya di Banyuwangi. Spesial di hati.








Thursday, January 9, 2020

Themepark Banyuwangi Akan Jadi Tempat Liburan Terbaru Tahun Ini

Groundbreaking Banyuwangi Themepark Foto : banyuwangikab.go.id
Sebentar lagi Banyuwangi akan mempunyai wahana baru yaitu taman wisata dan edutainment atau juga biasa disebut Themepark. Dengan hadirnya taman rekreasi yang baru ini, akan menambah pilihan destinasi bagi wisatawan saat berkunjung ke Banyuwangi.

Themepark tersebut merupakan ekspansi kelompok usaha Jatim Park Group yang telah sukses membangun wahana wisata di berbagai tempat. Contohnya seperti Jatim Park, Batu Secret Zoo, Musium Satwa, Musium Angkut, dll yang berada di Batu, Malang.

Jadi untuk wisatawan lokal Banyuwangi atau sekitarnya tidak perlu jauh-jauh lagi ke Malang untuk berlibur. Karena sudah ada Themepark di Banyuwangi yang sudah pasti tidak kalah seru dengan themepark yang lain.

Saat groundbreaking ”Banyuwangi Themepark” di Banyuwangi lalu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa Banyuwangi yang selalu bergeliat dan selalu berinovasi. Investasi themepark senilai Rp 150 miliar adalah kabar gembira di tengah tantangan perlambatan ekonomi global.

Proses pembangunan Banyuwangi Themepark telah resmi dimulai pada Hari Jumat tanggal 3 Desember 2019. Peresmian tersebut dihadiri oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Kepala Dinas Penanaman Modal Provinsi Jatim Aris Mukiyono, serta Direktur Jatimpark Rio Imam Sendjojo dan Direktur PT Duta Insani Bangun Persada Enggartiasto Lukito.

Akan dibangun di lahan seluas lima hektar dan ditargetkan akan selesai sebelum hari Raya Idul Fitri atau sekitar bulan Mei 2020. Karena menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banyuwangi MY Bramuda, dengan adanya themepark Banyuwangi ini nanti akan dapat memeperpanjang masa liburan wisatawan yang dari berlibur di Bali kemudian menuju Banyuwangi.

Themepark Banyuwangi ini nanti akan berbeda dengan wahana Jatim Park lainnya. Unsur wisata lokal akan dimasukan dalam beberapa wahana seperti edukasi pelestarian penyu, wahana bluefire, Sukamade, hingga water park. Selain itu juga akan ada beragam wahana lainnya seperti science centre, education corner, mini farm, petting zoo, kids playground, indoor theater, dll.

Sudah tak sabar ingin menikmati bagaimana serunya bermain di Themepark Banyuwangi? Kita doakan saja semoga pembangunannya rampung sesuai rencana.



Tuesday, November 5, 2019

Banyuwangi Akan Menjadi Tuan Rumah Liga Selancar Tingkat Dunia

Banyuwangi akan menjadi menjadi tempat diselenggarakannya  seri ke-3 World Surf League (WSL) Championship Tour 2020. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Manajer WSL Asia, Steven Robertson saat berkunjung ke Banyuwangi pekan lalu (05/11/2019).

banyuwangi-jadi-tuan-rumah-liga-selancar-dunia
Foto ilustrasi via larosbe.wordpress.com

Saat pertemuan dengan Pemkab Banyuwangi, Steven Robertson berkata, ”Saat pertemuan di Amerika Serikat, kami memilih G-Land sebagai satu dari 11 seri yang akan kami gelar 2020. Kami siapkan dana USD 2,5 juta atau sekitar Rp 35 miliar. Saya pikir, Banyuwangi adalah daerah yang tepat karena pemerintahnya sudah terbiasa menggelar event sport tourism,”

Steven juga menjelaskan bahwa G-Land dipilih bukan hanya karena ombaknya yang bagus, namun lokasinya yang berada di kawasan Taman Nasional Alas Purwo adalah keelokan tersendiri.

Alas Purwo telah ditetapkan sebagai geopark nasional dan Cagar Biosfer Dunia oleh UNESCO. Dan G-Land telah dikenal sebagai salah satu lokasi selancar terbaik di dunia karena ombaknya yang khas, besar, dan membentuk terowongan.

Menanggapi hal tersebut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas akan berkoordinasi dengan  Gubernur Jatim dan kementerian terkait. Agar dalam event WSL Championship Tour tersebut dapat berkolaborasi untuk memperkuat pariwisata Banyuwangi, Jatim, dan Indonesia.

World Surf League (WSL) Championship Tour Seri ke-3


Event tingkat dunia ini akan diikuti oleh 54 peselancar terbaik dunia. Meraka akan menaklukkan salah satu ombak terbesar  dunia yaitu di Pantai Plengkung (G-Land) pada tanggal 4-14 Juni 2020.

Salah satu dampak positif bagi Banyuwangi adalah akan menjadi ajang untuk mempromosikan pariwisata Banyuwangi. Karena akan diliput oleh stasiun televisi luar negeri yang setiap ajang WSL Championship Tour dapat menjangkau 643 juta penonton dari seluruh dunia.

Selain itu akan mengungkit perekonomian daerah karena sebagian besar penggemar WSL berpendapatan di atas rata-rata, dan lebih dari separuhnya melakuan perjalan wisata ke negara lain setiap tahunnya. Maka tak heran jika pasca event ini, biasanya mampu mendatangkan banyak wisatawan.

Menurut Bupati Anas, mengutip data dari WSL bahwa social engagement ajang ini sangat tinggi. Bahkan, pembicaraan tentang WSL Championship Tour di dunia maya selalu mampu mengalahkan MotoGP yang hanya menduduki peringkat 9. Penyelenggaraan WSL akan diliput belasan TV asing yang coverage-nya bisa mencapai 643 juta penonton.



Sumber : https://www.banyuwangikab.go.id/berita-daerah/digelar-di-banyuwangi-liga-selancar-bergengsi-dunia-bakal-geliatkan-ekonomi-masyarakat.html




Friday, March 4, 2016

Pencarian Korban Tenggelamnya KMP Ravelia II Dilanjutnkan Pagi Ini


Bupati Banyuwangi, Forpimda, dan jajaran terkait menggelar rapat koordinasi terkait tenggelamnya KMP Ravelia II di Selat Bali, Jumat (4/3). Bertempat di salah satu ruangan kantor ASDP Ketapang, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kapolres Banyuwangi Bastoni, Dandim Banyuwangi, Kapolairlut Bashori Alwi, General Manager ASDP Ketapang M. Yusuf Hadi, Basarnas dan pihak terkait lainnya membahas tentang kepastian jumlah korban dan berbagai upaya penyelamatan. 

Setelah pendataan dan validasi lewat wawancara dengan korban yang selamat, jumlah total penumpang KMP Rafelia ada 81 orang. 76 di antaranya berhasil ditemukan dan 5 lainnya masih dalam proses pencarian. "Awalnya memang terdata 80 orang, pasca rakor tadi kita mendapat laporan dari salah satu penumpang bahwa salah satu teman mereka yang berprofesi sebagai sopir truk belum ditemukan," ujar Bupati Anas.

Bashori Alwi dari Polisi Air dan Laut Banyuwangi mengatakan proses pencarian korban hilang ini akan dilanjutkan besok pagi. "Malam ini proses penyelaman dihentikan. Akan dilanjutkan besok pagi," paparnya. Posisi kapal sendiri, lanjut Bashori, terdapat di kedalaman 15 meter di dasar laut. Berkisar antara 200-300 meter dari bibir pantai. Tepatnya berada di kordinat 08 derajat 19 menit 848 detik Lintang Selatan dan 114 derajat 22 menit 934 detik Bujur Timur. 

"Posisinya kurang lebih 100-200 meter dari kabel bawah laut," imbuhnya. Basarnas Jawa Timur yang terjun langsung untuk melakukan evakuasi setidaknya mengerahkan 60 personel dengan peralatan lengkap. Saat ini, sejumlah alat berat, helicopter, dan sejumlah kapal sedang menuju Banyuwangi. "Besok pagi, semua personil dan peralatan sudah siap untuk evakuasi," tukas salah satu anggota Basarnas.

Sementara itu, terkait penyebab kecelakaan kapal tersebut masih belum diketahui pasti. Menurut GM ASDP Ketapang M. Yusuf Hadi, KMP yang baru beroperasi sejak 25 Desember 2015 kemarin itu telah memenuhi semua uji kelayakan beroperasi. "Kapal tersebut mulai beroperasi 25 Desember kemarin. Tentunya setelah diverifikasi kelayakannya," ungkapnya. Lebih lanjut Anas mengharap patroli terus dilakukan sepanjang malam ini. 

Melalui Dinas Kesehatan, Anas juga mensiagakan 10 ambulan dan RSUD Blambangan untuk siap menerima korban sewaktu-waktu dibutuhkan.Selain itu, Anas telah berkordinasi dengan Camat dan BPBD Kab. Banyuwangi untuk menyiapkan logistik yang dibutuhkan selama proses evakuasi. 

Anas juga mengharap kepada Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) untuk segera turun menginvestigasi penyebab tenggelamnya kapal tersebut. "Kami berharap KNKT segera turun tangan untuk memastikan penyebab tenggelamnya. Rekomendasi KNKT ini penting untuk menjamin keselamatan penumpang selanjutnya. Apalagi intensitas penyeberangab Ketapang cukup padat," dorongnya. 

Pihak asuransi juga memastikan bahwa biaya perawatan korban di rumah sakit akan dilunasi pihak asuransi. Sedangkan bagi korban meninggal akan mendapat santunan seratus juta. Begitu pula dengan kendaraan dan muatannya pun akan diganti seratus persen oleh asuransi. Sebelum beranjak ke RS Islam, Anas juga berpesan kepada pihak asuransi untuk mempermudah prosea administrasi," pungkasnya. 











Thursday, March 3, 2016

Pemkab Banyuwangi Segera Bentuk Satgas Tata Ruang Untuk Menjaga Infrastruktur Jalan


Menjaga kondisi infrastruktur, Pemkab Banyuwangi akan segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Tata Ruang. Satuan ini nanti akan bertugas menelusuri setiap wilayah untuk menghindari kerusakan infrastruktur, khususnya infrastruktur jalan. Hal tersebut diuangkapkan oleh Bupati Banyuwangi Azwar Annas saat mengunjungi kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Kabupaten Banyuwangi, Kamis (3/2).

“Saya sengaja datang ke dinas ini. Selain untuk mensupport para karyawan yang volumenya kerjanya berat agar tetap semangat, Saya juga tak henti mengingatkan 3 hal. Pertama, kualitas bangunan supaya ditingkatkan. Misalnya  ada kayu yang tiba-tiba melengkung atau bangunan yang mengelupas, segeralah diganti,” ungkap Bupati yang melanjutkan tugasnya di periode kedua ini.

Anas pun menghimbau agar dapat bergerak cepat jika ada keluhan yang masuk terkait kerusakan jalan. “Lazimnya kita banyak mendapat keluhan soal jalan yang rusak dari masyarakat. Tahun ini pemkab akan lebih sigap mengatasi berbagai kerusakan infrastruktur dengan membentuk Satgas Tata Ruang yang anggotanya adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD). Mereka akan bergerak dengan cepat, nggak perlu nunggu dilapori masyarakat. Pokoknya nggak boleh ada jalan berlubang,” tandasnya.

Setelah  memberikan arahan kepada karyawan Dinas PU, bupati juga berkeliling mengamati ruangan-ruangan. Anas menilai gedung dan ruangan-ruangan PU tersebut sudah bertransformasi dari bangunan yang dulu kumuh dan pengap, menjadi ruangan yang nyaman. “Semoga kenyamanan gedung  ini bisa menginspirasi kantor yang lain,”pungkas Anas.







Tuesday, March 1, 2016

BKSAP DPR RI Kunjungi Pantai Bangsring


Senin kemaren (1/3), Pantai Bangsring dikunjungi oleh Panitia Kerja Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) dari Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI. Menurut salah satu anggota BKSAP, keberadaan Bangsring Underwaterpatut diapresiasi. "Saya kira, tempat ini potensial. Mengelola alam sebagai destinasi wisata," ungkap Sareh Wiyono, salah satu anggota BKSAP.

Pengembangan Pantai Bangsring ini mengedepankan pelestarian alam. Hal ini bermula dari rusaknya terumbu karang karena bom oleh para nelayan pencari ikan. Kemudian sejumlah nelayan yang sadar akan kondisi tersebut tergerak untuk melestarikan terumbu karang di kawasan Pantai Bangsring. Mengusung nama Bangsring Underwater, mereka mulai melakukan kegiatan pelestarian lingkungan.

Hingga saat ini, Bangsring Underwater pun mengalami perkembangan dengan menambah berbagai fasilitas. Mulai dari rumah apung, keramba ikan, kano, warung, parkir, hingga kamar mandi sudah tersedia di pantai tersebut.

Kembali menurut Sareh Wiyono, pola pengembangan pariwisata di Banyuwangi pada umumnya sudah sesuai dengan konsep SDGs. "Keterlibatan masyarakat secara langsung dan mengedepankan pelestarian lingkungan ini penting. Sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan," ungkapnya.








Monday, February 29, 2016

Seluruh Desa di Banyuwangi Terapkan E-Village Budgeting

Pemkab Banyuwangi terus melakukan peningkatan pelayanan publik hingga ke tingkat desa. Salah satunya dengan menerapkan sistem E-Village Budgeting, yaitu sistem penganggaran desa yang terintregrasi dalam jaringan atau online. Sistem ini telah diterapkan di 189 desa  di Banyuwangi.

Sistem ini bertujuan untuk menciptakan transparansi penganggaran dan monitoring pembangunan di pelosok desa. Dan nanti akan tersambung antara keuangan dan pembangunan tingkat desa dengan tingkat kabupaten. Sehingga dalam pemenfaatan anggaran dapat sesuai dengan aturan dan tepat sasaran.

Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo, e-Village Budgeting di Banyuwangi terdiri atas tiga bagian, yaitu perencanaan, tata kelola, dan evaluasi. Sistem ini memangkas mata rantai penyusunan anggaran secara manual di level desa. Melalui cara ini, pencairan anggaran juga mudah terpantau. ”Pencairan anggaran terkontrol. Setiap dana turun, langsung disinkronkan. Kegiatan yang ada juga tersusun rapi sesuai rencana dan anggaran. Jika program belum tuntas tidak bisa dicairkan. Ini bisa mengantisipasi penyimpangan sekaligus ini ikhtiar memberi perlindungan bagi perangkat desa mengingat anggarannya besar,” ujarnya.

Namun demikian, sistem ini juga harus didukung dengan keispaan perangkat desa. Oleh karena itu seluruh perangkat desa harus selalu berbenah untuk meningkatkan kemampuan dalam menjalankan sistem ini. Menurut Bupati Azwar Anas, saat awal penerapannya memang sering terjadi kesalahan. ”Alhamdulillah, sejak diterapkan tahun lalu dengan segala trial and error-nya, kini penerapan e-village budgeting semakin rapi. Ada satu atau dua kendala, itu wajar karena kita semua sama-sama belajar. Kita terus benahi dan sempurnakan,” ujar Anas.

”Akhir pekan lalu, para bendahara desa dan operator sistem ini di-update lagi kemampuannya di Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD). Saya kunjungi mereka. Saya lihat mereka sangat bersemangat, meski sistem ini menggiring kita pada hal-hal baru di luar kebiasaan. Meski seharian kucel memelototi sistem ini agar lancar, mereka tetap antusias,” kata Anas.







Friday, February 26, 2016

Wisata Banyuwangi Dilengkapi Penyelamat Pantai yang Terlatih



Siapa pun pasti akan merasa tenang  jika saat berkungjung ke tempat-tempat wisata terjamin keselamatannya. Terutama objek wisata bahari, yang kadang mengancam keselamatan para wisatawan. Oleh sebab itu peran Lifeguard sangat dibutuhkan dalam memberi kenyamanan wisatawan saat berkunjung ke pantai.

Untuk meningkatkan pelayanan wisata di Banyuwangi, Kementrian Pariwisata tergerak untuk mengadakan pelatihan teknis tentang penyelamat pantai (Lifeguard). Mengingat perkembangan pariwisata di Banyuwangi sangat pesat. Terbukti telah banyak prestasi yang diraih oleh Kabupaten Banyuwangi di bidang pariwisata. Hal seperti demikian tentu harus dibarengi dengan meningkatnya pelayanan wisatanya.

Pelatihan yang diadakan pada hari Kamis  tanggal 25 Februari 2016 di Hotel Berlian Indah diharapkan dapat meningkatkan kemampuan para penyelamat pantai di tempat-tempat wisata Banyuwangi. Pelatihan tersebut berisi tentang bagaimana melakukan penyelamatan dengan cepat dan tepat. Dibimbing oleh instruktur dari lembaga independen Balawista.

Dilanjutkan pada hari Jumat, bertempat di Bangsring Underwater. Berisi prakter langsung tentang penanganan korban tenggelam, terkena sengatan ubur-ubur, dan jenis-jenis penyelamatan lainnya.


Menurut salah satu peserta, pelatihan ini sangat membantu dalam menambah kemampuan dan wawasan sebagai penyelamat pantai. Serta merasa senang karena telah diajak dalam kegiatan tersebut. “Ilmu saya tentang penyelamatan korban tenggelam dan pengetahuan P3K jadi bertambah. Saya yakin ini akan sangat bermanfaat dan bisa langsung kami praktekkan di lapangan,” ungkap Ari Restu yang tergabung dalam kelompok instruktur arung jeram Kali Badeng, Songgon, Banyuwangi.

Berwisata ke Banyuwangi jadi lebih terjamin keselamatannya. Anda sudah punya rencana berwisata ke Banyuwangi? Ayo ke Banyuwangi.







Thursday, February 25, 2016

Tingkatkan Pelayanan Wisata, Kementrian Pariwisata Selenggarakan Bimtek di Banyuwangi


Pariwisata menjadi sektor penting dalam pembangunan di Kabupaten Banyuwangi. Keanekaragaman budaya dan kekayaan alam telah terbukti dikelola dengan baik hingga banyak prestasi yang telah diraih oleh Pemkab Banyuwangi. Termasuk perhargaan dari UN-WTO (United Nation World Tourism Organization) yang baru saja diraih. Oleh karena itu Banyuwangi pun dijadikan tempat menimba ilmu tentang bagaimana memajukan pariwisata oleh Kabupaten-kabupaten lain.

Potensi besar yang dimiliki Banyuwangi ini membuat Banyuwangi layak mendapatkan pelatihan Pengelolaan Wisata Tradisi dan Seni Budaya, demikian seperti yang telah disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata, Tradisi dan Seni Budaya Kemenpar, Anna Budiarti. “Kami menilai potensi seni budaya Banyuwangi itu luar biasa. Potensi itu akan semakin melejit jika dikemas dengan baik. Karena itu kami sengaja melibatkan kepala-kepala adat, sanggar-sanggar, para seniman, budayawan dan stakeholder terkait,” ungkap Anna.

Bimtek tersebut dilaksanakan pada hari Rabo tanggal 24 Februari  hingga 26 Februari 2016 di Hotel Ketapang Indah. Mengangkat tema Pengelolaan Wisata dan Seni Budaya. Dan pada hari Kamis  tanggal 25 Februari hingga 26 Februari 2016 di Hotel Berlian Indah yang berisi Pelatihan Lifeguard.

Peserta bimtek adalah para pelaku wisata yang berada di Banyuwangi yang ramai dikunjungi wisatawan. Diantaranya dari Bangsring Boat, Wisata Pantai Boom, Waduk Sidodadi, Bangsring Underwater, Kali Badeng, Kali Bunder, Mustika Pancer, Teluk Banyu Biru, dan Wisata Mangrove Bedul.

Mereka diberi pelatihan oleh para narasumber berkompeten. Dua diantaranya berasal dari Kota Banyuwangi dan dua lagi dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung dan trainer dari Inspire Travel and Tourism Learning Center.

Kegiatan kali ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan objek wisata Banyuwangi dan khususnya kemampuan lifeguard dalam melakukan penyelamatan dengan cepat dan tepat. Sehingga para wisatawan yang berkunjung ke banyuwangi lebih terjamin keselamatannya.






Wednesday, November 11, 2015

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi